7 Tips Membuat Konten Unboxing Menarik dan Tidak Membosankan
Bagi content creator, video unboxing dapat menjadi kesempatan untuk membuat audiens penasaran sekaligus memperkenalkan sebuah produk dengan cara yang lebih personal. Apalagi jika produk yang dibuka memiliki kemasan menarik, fitur unik, atau sedang banyak diperbincangkan.
Meski terlihat sederhana, membuat konten unboxing yang mampu mempertahankan perhatian penonton membutuhkan lebih dari sekadar menyalakan kamera dan membuka paket. Pemilihan konsep, cara bercerita, pengambilan gambar, hingga reaksi creator dapat menentukan apakah video terasa menarik atau justru monoton.
Lalu, bagaimana cara membuat video unboxing yang seru dan membuat audiens ingin menonton sampai akhir? Berikut 7 tips membuat konten unboxing agar lebih menarik dan tidak membosankan yang bisa kamu coba.
7 Tips Membuat Konten Unboxing yang Tidak Membosankan
Konten unboxing bisa menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan produk kepada audiens. Momen ketika sebuah produk dibuka untuk pertama kali dapat memberikan rasa penasaran, apalagi jika produk tersebut sedang ditunggu atau belum banyak dikenal.
Namun, hanya merekam proses membuka paket dari awal sampai akhir belum tentu membuat audiens tertarik menonton. Konten unboxing perlu dikemas dengan konsep yang jelas agar memiliki alur dan memberikan sesuatu yang menarik bagi penonton.
Berikut 7 tips membuat konten unboxing agar lebih menarik dan tidak membosankan yang bisa diterapkan oleh content creator.

1. Buat Hook yang Menarik di Awal Video
Beberapa detik pertama dapat menentukan apakah audiens akan terus menonton atau langsung scrolling. Karena itu, jangan membuka video hanya dengan kalimat seperti, “Hari ini aku mau unboxing produk ini.”
Cobalah membuat pembuka yang menimbulkan rasa penasaran.
Contohnya:
“Akhirnya paket yang sudah aku tunggu datang!”
“Ternyata isinya sebanyak ini…”
“Apakah produk ini benar-benar sebagus yang orang bilang?”
“Aku penasaran apakah packaging-nya sesuai ekspektasi.”
Hook membuat audiens memiliki alasan untuk mengikuti proses unboxing sampai selesai.
2. Buat Konsep Unboxing yang Jelas
Unboxing tidak harus selalu dibuat dengan format membuka paket sambil menjelaskan isi di dalamnya. Anda bisa menentukan konsep yang lebih spesifik sesuai dengan produk dan karakter audiens.
Misalnya:
First impression setelah membuka produk.
Unboxing produk dengan harga tertentu.
Unboxing sambil menceritakan pengalaman membeli.
Unboxing sekaligus mencoba produk.
Unboxing dan membandingkan produk dengan ekspektasi.
Konsep yang jelas membuat video memiliki arah dan tidak terasa seperti rekaman spontan tanpa tujuan.
Baca Juga: 7 Tips Membuat Konten Review Produk yang Viral di Media Sosial
3. Tampilkan Detail Produk dengan Jelas
Jangan terburu-buru membuka semua bagian paket. Manfaatkan momen unboxing untuk menunjukkan detail yang mungkin ingin diketahui audiens.
Anda dapat memperlihatkan kemasan, ukuran, warna, material, isi paket, fitur, atau detail kecil lainnya.
Gunakan beberapa angle pengambilan gambar agar visual tidak monoton. Close-up juga dapat digunakan ketika ingin menunjukkan detail tertentu.
Dengan begitu, audiens tidak hanya melihat proses membuka paket, tetapi juga mendapatkan informasi mengenai produk.
4. Tambahkan Reaksi dan Pengalaman Pribadi
Salah satu hal yang membuat konten creator menarik adalah perspektif pribadi. Karena itu, jangan hanya menjelaskan apa yang terlihat di kamera.
Berikan reaksi ketika menemukan sesuatu di dalam paket atau ceritakan pendapat Anda mengenai produk tersebut.
Reaksi yang natural dapat membuat audiens merasa ikut mengalami proses unboxing bersama creator.
5. Gunakan Storytelling agar Video Memiliki Alur
Storytelling dapat membuat proses unboxing terasa seperti sebuah cerita, bukan sekadar membuka kardus atau plastik.
Anda bisa memulai dengan alasan mengapa membeli atau menerima produk tersebut, kemudian masuk ke proses unboxing, menunjukkan isi paket, dan diakhiri dengan first impression.
Alur seperti ini membantu audiens memahami konteks sekaligus membuat mereka penasaran dengan hasil akhirnya.
Baca Juga: Apa itu Algoritma TikTok? Simak Cara Membuat Konten Viral di TikTok
6. Gunakan Visual dan Editing yang Dinamis
Video unboxing dapat terasa membosankan jika hanya menggunakan satu angle dengan durasi yang terlalu panjang. Karena itu, gunakan variasi visual dan editing sederhana.
Anda bisa mencoba:
Menggunakan beberapa angle kamera.
Memotong bagian yang terlalu panjang.
Menambahkan subtitle.
Menggunakan close-up untuk detail produk.
Memberikan transition sederhana.
Menyesuaikan musik atau sound dengan suasana video.
Tidak perlu menggunakan efek yang berlebihan. Pastikan editing justru membantu audiens mengikuti isi video dengan nyaman.
7. Akhiri dengan First Impression atau CTA
Jangan mengakhiri video tepat setelah semua isi paket dikeluarkan. Berikan kesimpulan singkat mengenai pengalaman unboxing Anda.
Anda juga bisa mengajak audiens memberikan pendapat melalui CTA seperti:
“Menurut kamu, produk ini worth it nggak?”
atau
“Mau aku lanjut review setelah dicoba beberapa hari?”
CTA seperti ini dapat membuka percakapan dan membuat audiens memiliki alasan untuk berinteraksi dengan konten.
Buka Peluang Campaign Product Review Bersama IAM.ID
Konten unboxing juga dapat menjadi salah satu format campaign product review yang digunakan brand untuk memperkenalkan produknya kepada audiens. Creator dengan niche yang sesuai dapat memanfaatkan format ini untuk membuat konten yang lebih autentik sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan brand.
IAM.ID membantu mempertemukan brand dengan influencer dan content creator yang sesuai dengan kebutuhan campaign.
Ingin mendapatkan peluang campaign product review yang sesuai dengan niche kamu? Temukan campaign dan peluang kolaborasi bersama IAM.ID. di sini!



