7 Cara Live Shopping dengan Influencer untuk Meningkatkan Penjualan
Live shopping menjadi salah satu strategi digital marketing yang semakin menarik bagi brand untuk mempromosikan produk secara langsung kepada calon konsumen. Berbeda dengan promosi melalui konten biasa, live shopping memungkinkan audiens melihat produk, mendapatkan penjelasan, serta berinteraksi secara real-time.
Salah satu cara untuk membuat live shopping lebih menarik adalah bekerja sama dengan influencer. Influencer tidak hanya membantu menarik penonton, tetapi juga dapat membangun komunikasi yang lebih dekat dengan audiens dan mendorong mereka untuk mempertimbangkan pembelian.
Namun, sekadar mengajak influencer melakukan live belum tentu menghasilkan penjualan. Diperlukan strategi yang tepat agar sesi live shopping dapat menarik audiens sekaligus menghasilkan conversion.
Lantas, bagaimana cara live shopping dengan influencer yang efektif? Berikut tujuh strategi yang dapat diterapkan.
7 Cara Live Shopping dengan Influencer untuk Meningkatkan Penjualan
1. Pilih Influencer yang Sesuai dengan Target Audiens
Pemilihan influencer merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan live shopping.
Jangan hanya memilih influencer berdasarkan jumlah followers. Influencer dengan jutaan followers belum tentu memiliki audiens yang sesuai dengan target pasar brand.
Pertimbangkan beberapa faktor seperti:
Niche atau kategori konten influencer
Demografi followers
Engagement rate
Gaya komunikasi
Kredibilitas influencer
Riwayat kerja sama dengan brand
Kesesuaian dengan karakter produk
Misalnya, brand skincare dapat bekerja sama dengan beauty influencer yang memang sering membahas skincare dan memiliki audiens yang tertarik dengan produk kecantikan.
Relevansi audiens lebih penting daripada sekadar jumlah followers.
2. Tentukan Tujuan Live Shopping
Sebelum melakukan live shopping, tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dicapai.
Tujuannya tidak selalu harus langsung berupa penjualan. Brand juga dapat menggunakan live shopping untuk meningkatkan product awareness, memperkenalkan produk baru, meningkatkan engagement, atau mengumpulkan calon pelanggan.
Namun, jika tujuan utamanya adalah meningkatkan penjualan, tentukan target yang lebih spesifik, misalnya:
Jumlah produk yang ingin terjual
Target omzet
Jumlah viewers
Jumlah klik produk
Conversion rate
Jumlah voucher yang digunakan
Baca Juga: Rahasia Sukses Ngonten: 20 Kumpulan Inspirasi Hook Untuk Konten Media Sosial
3. Buat Konsep Live yang Interaktif
Live shopping sebaiknya tidak terasa seperti iklan yang berlangsung selama satu jam.
Jika influencer hanya membaca spesifikasi produk atau terus-menerus mengatakan “beli sekarang”, audiens dapat kehilangan minat dan meninggalkan live.
Buat konsep yang lebih interaktif. Influencer dapat melakukan product demonstration, tutorial, Q&A, challenge, giveaway, atau membandingkan beberapa produk.
Misalnya, untuk produk fashion, influencer dapat mencoba beberapa outfit secara langsung dan meminta audiens memilih produk favorit mereka.
Semakin banyak kesempatan bagi audiens untuk berpartisipasi, semakin besar kemungkinan mereka bertahan selama live berlangsung.
4. Berikan Penawaran Khusus Selama Live
Salah satu cara untuk menciptakan urgency dalam live shopping adalah memberikan promo yang hanya tersedia selama sesi live.
Contohnya:
Voucher khusus live
Potongan harga
Gratis ongkir
Bundle produk
Bonus pembelian
Flash sale dalam waktu terbatas
Penawaran seperti ini dapat memberikan alasan kepada audiens untuk melakukan pembelian saat itu juga daripada menundanya.
Influencer juga perlu menyampaikan informasi promo dengan jelas, termasuk periode berlaku, syarat penggunaan, dan cara mendapatkan penawarannya.
5. Siapkan Script, tetapi Jangan Terlalu Kaku
Meskipun live shopping bersifat spontan, bukan berarti influencer dapat melakukan live tanpa persiapan.
Brand sebaiknya memberikan brief atau rundown yang berisi informasi penting seperti:
Opening dan perkenalan
Pengenalan produk
Product demonstration
Keunggulan produk
Sesi tanya jawab
Penawaran khusus
Call-to-action
Closing
Namun, influencer tidak harus membaca script kata demi kata.
Berikan ruang bagi influencer untuk menggunakan gaya komunikasi mereka sendiri. Hal ini membuat interaksi terasa lebih natural dan sesuai dengan karakter influencer.
6. Gunakan Call-to-Action yang Jelas
Audiens yang tertarik dengan produk belum tentu langsung melakukan pembelian. Karena itu, influencer perlu memberikan call-to-action (CTA) yang jelas.
Jangan hanya mengatakan“Kalau tertarik, produknya ada di bawah ya.”Berikan instruksi yang lebih spesifik, misalnya mengarahkan audiens untuk mengklik produk, menggunakan voucher, atau melakukan checkout selama promo masih tersedia.
CTA juga dapat diulang pada beberapa bagian penting selama live, terutama setelah influencer selesai menjelaskan produk atau ketika promo akan berakhir.
Baca Juga: Capek Jadi Konten Kreator? Yuk Coba Work-Life Balance Buat Kreator Digital!
7. Evaluasi Performa Setelah Live
Live shopping tidak berhenti ketika siaran berakhir. Setelah live selesai, brand perlu menganalisis performanya untuk mengetahui strategi mana yang berhasil dan bagian mana yang perlu diperbaiki.
Beberapa metrik yang dapat diperhatikan antara lain:
Total viewers
Peak concurrent viewers
Average watch time
Engagement
Product clicks
Add-to-cart
Conversion rate
Jumlah produk terjual
Total revenue
Return on investment (ROI)
Tips Agar Live Shopping dengan Influencer Tidak Membosankan
Selain menerapkan strategi di atas, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar live shopping terasa lebih menarik.
Pertama, hindari pembukaan yang terlalu panjang. Gunakan beberapa menit pertama untuk menarik perhatian audiens dan menjelaskan apa yang akan mereka dapatkan selama live.
Kedua, ajak audiens berinteraksi. Influencer dapat membaca komentar, menjawab pertanyaan, melakukan polling, atau meminta audiens memilih produk.
Ketiga, gunakan storytelling. Daripada hanya menjelaskan fitur produk, influencer dapat menceritakan pengalaman menggunakan produk tersebut.
Keempat, buat beberapa momen promo. Jangan menyimpan seluruh promo hanya untuk akhir live karena sebagian audiens mungkin sudah meninggalkan sesi tersebut.
Terakhir, pastikan influencer benar-benar memahami produk sebelum live dimulai. Influencer yang memahami produk akan terlihat lebih percaya diri dan mampu menjawab pertanyaan audiens dengan lebih natural.
Maksimalkan Live Shopping dengan Influencer yang Tepat
Live shopping dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan engagement sekaligus mendorong penjualan, terutama ketika brand bekerja sama dengan influencer yang sesuai dengan target audiens. Dengan konsep yang interaktif, penawaran menarik, dan CTA yang jelas, sesi live dapat memberikan pengalaman belanja yang lebih personal sekaligus menghasilkan conversion.
Untuk menemukan influencer yang relevan dengan niche dan target pasar brand, IAM.ID dapat membantu brand terhubung dengan influencer yang sesuai untuk berbagai kebutuhan kampanye, termasuk live shopping.
Siap meningkatkan penjualan melalui live shopping? Temukan influencer yang tepat untuk kampanye Anda di IAM.ID dan mulai bangun kolaborasi yang lebih efektif, di sini!




