10 Strategi Memasarkan Produk untuk Pemula yang Mudah Diterapkan
Memulai pemasaran produk bisa terasa membingungkan, terutama ketika bisnis masih berada di tahap awal dan belum memiliki banyak pelanggan. Ada berbagai pilihan yang dapat digunakan, mulai dari media sosial, marketplace, WhatsApp Business, hingga bekerja sama dengan influencer. Namun, tidak semua channel harus digunakan sekaligus. Pemilihan strategi sebaiknya disesuaikan dengan target audiens dan karakter produk agar upaya pemasaran lebih terarah.
Bagi pemula, langkah sederhana seperti memahami siapa calon pelanggan, menentukan keunggulan produk, membuat konten yang relevan, dan mengevaluasi hasil promosi dapat menjadi dasar untuk membangun pemasaran yang lebih terstruktur. Strategi tersebut juga dapat dikembangkan secara bertahap setelah bisnis mengetahui pendekatan yang paling sesuai dengan audiensnya.
Lantas, strategi apa saja yang bisa digunakan untuk memasarkan produk bagi pemula?
10 Strategi Memasarkan Produk untuk Pemula
Berikut 10 strategi memasarkan produk yang mudah diterapkan.

1. Kenali Target Pasar
Sebelum mulai mempromosikan produk, tentukan terlebih dahulu siapa calon pelanggan yang ingin dituju. Jangan langsung menganggap semua orang sebagai target pasar.
Anda dapat mulai dengan mencari tahu:
Berapa kisaran usia calon pelanggan?
Apa kebutuhan atau masalah mereka?
Apa yang biasanya mereka cari?
Berapa kemampuan belinya?
Platform apa yang sering mereka gunakan?
Faktor apa yang biasanya memengaruhi keputusan mereka?
Misalnya, jika Anda menjual skincare untuk remaja, target pasarnya dapat lebih spesifik pada konsumen yang membutuhkan produk perawatan wajah dengan harga terjangkau.
Memahami target pasar akan membantu Anda menentukan bahasa promosi, jenis konten, hingga channel pemasaran yang lebih sesuai.
Baca Juga: Apa Itu Cost Per Click (CPC)? Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya
2. Tentukan Keunggulan Produk
Setelah mengetahui target pelanggan, tentukan alasan mengapa mereka perlu mempertimbangkan produk Anda.
Keunggulan tersebut bisa berupa:
Harga yang kompetitif
Bahan berkualitas
Desain yang unik
Fitur tertentu
Kemudahan penggunaan
Pelayanan yang cepat
Kemasan yang menarik
Keunggulan produk sebaiknya disampaikan dengan jelas dan tidak berlebihan. Tujuannya agar calon pelanggan langsung memahami nilai yang ditawarkan.
Misalnya, jangan hanya menulis “Kami menjual kopi berkualitas.”
Anda dapat menjelaskan lebih spesifik:
“Kopi arabika dengan tingkat keasaman ringan yang cocok untuk penikmat kopi dengan rasa fruity.”
Pesan yang lebih spesifik membuat calon pelanggan lebih mudah memahami produk.
3. Bangun Identitas Brand
Produk yang mudah dikenali akan membantu bisnis membangun ingatan di antara pelanggan. Karena itu, pemula sebaiknya mulai membangun identitas brand sejak awal.
Identitas brand dapat mencakup:
Nama brand
Logo
Warna
Gaya visual
Gaya bahasa
Nilai yang ingin ditampilkan
Tidak harus langsung menggunakan desain yang kompleks. Yang terpenting adalah menjaga tampilan dan cara berkomunikasi tetap konsisten di berbagai channel.
Identitas yang konsisten dapat membantu pelanggan mengenali brand ketika mereka melihat konten, kemasan, website, atau akun media sosial Anda.
4. Manfaatkan Media Sosial
Media sosial dapat menjadi salah satu channel yang mudah digunakan oleh bisnis pemula untuk memperkenalkan produk.
Pilih platform berdasarkan kebiasaan target audiens, bukan karena semua platform sedang populer. Misalnya, bisnis dengan produk yang membutuhkan visual dapat mempertimbangkan Instagram atau TikTok.
Jenis konten yang dapat dibuat antara lain:
Foto produk
Video demonstrasi
Tutorial
Tips yang berkaitan dengan produk
Testimoni pelanggan
Behind the scenes
Konten edukasi
Promo
Media sosial juga memungkinkan bisnis berinteraksi langsung dengan audiens, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai tempat memasang iklan.
5. Buat Konten yang Memberikan Nilai
Kesalahan yang sering dilakukan bisnis pemula adalah membuat akun media sosial yang hanya berisi promosi produk.
Padahal, audiens juga membutuhkan konten yang informatif atau menghibur. Anda dapat menggunakan konten untuk menjawab pertanyaan yang sering muncul atau memberikan tips yang berhubungan dengan produk.
Contohnya, jika menjual produk skincare, jangan hanya mengunggah foto produk. Buat juga konten seperti:
“5 Kebiasaan yang Bisa Membuat Kulit Lebih Mudah Kering.”
Kemudian, produk Anda dapat diperkenalkan sebagai salah satu solusi yang relevan.
Pendekatan seperti ini membantu konten terasa lebih bermanfaat dan tidak terlalu berfokus pada penjualan.
6. Gunakan WhatsApp Business
WhatsApp Business dapat digunakan untuk membantu bisnis berkomunikasi dengan calon pelanggan sekaligus mendukung proses penjualan.
Anda dapat memanfaatkannya untuk:
Membuat profil bisnis
Menampilkan katalog produk
Menjawab pertanyaan pelanggan
Membagikan produk
Menginformasikan promo
Mengelola komunikasi dengan pelanggan
WhatsApp Business juga memungkinkan bisnis membagikan item katalog melalui chat maupun Status.
Bagi pemula, channel ini dapat menjadi pilihan praktis karena pelanggan dapat langsung berkomunikasi dengan bisnis ketika ingin mengetahui harga, stok, atau detail produk.
Baca Juga: 7 Strategi Email Marketing yang Efektif untuk Meningkatkan Penjualan
7. Manfaatkan Marketplace
Jika produk dapat dijual secara online, marketplace bisa menjadi salah satu channel yang perlu dipertimbangkan.
Marketplace memungkinkan calon pelanggan menemukan produk, melihat detail barang, membandingkan pilihan, dan melakukan transaksi dalam satu platform.
Agar lebih menarik, pastikan halaman produk memiliki:
Foto yang jelas
Judul produk yang mudah dipahami
Deskripsi lengkap
Harga yang jelas
Informasi ukuran atau varian
Informasi pengiriman
Respons yang cepat terhadap pertanyaan
Jika menggunakan beberapa channel sekaligus, perhatikan konsistensi informasi seperti harga, stok, dan detail produk agar tidak membingungkan pelanggan. (Mekari Desty)
8. Gunakan Promo untuk Menarik Perhatian
Promo dapat digunakan untuk memberikan alasan tambahan kepada calon pelanggan agar mencoba produk.
Tidak selalu harus berupa diskon besar. Beberapa pilihan yang dapat digunakan antara lain:
Gratis ongkir
Buy 1 Get 1
Bundling
Potongan harga untuk pembelian tertentu
Bonus produk
Voucher pelanggan baru
Promo pada periode tertentu
Namun, pastikan promo tetap sesuai dengan kondisi bisnis. Jangan memberikan diskon hanya karena ingin terlihat murah jika akhirnya membuat margin keuntungan terlalu kecil.
Anda juga dapat menggunakan promo sebagai cara untuk menguji respons pasar terhadap produk tertentu.
9. Manfaatkan Influencer dan Content Creator
Influencer atau content creator dapat menjadi salah satu pilihan ketika bisnis ingin memperkenalkan produk kepada audiens yang lebih spesifik.
Misalnya, brand makanan dapat bekerja sama dengan food creator, sedangkan brand fashion dapat memilih creator yang memiliki audiens yang tertarik dengan fashion.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah followers, tetapi juga:
Kesesuaian niche
Karakter audiens
Engagement
Kualitas konten
Gaya komunikasi
Kesesuaian dengan brand
Dengan memilih creator yang relevan, konten promosi dapat terasa lebih natural karena produk diperkenalkan melalui format yang sudah biasa dikonsumsi oleh audiens.
10. Evaluasi Hasil Pemasaran
Strategi pemasaran tidak berhenti setelah konten dipublikasikan atau promo dijalankan. Pemula juga perlu melihat hasilnya untuk mengetahui strategi mana yang memberikan respons.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
Jumlah orang yang melihat konten
Engagement
Jumlah pertanyaan dari calon pelanggan
Jumlah klik
Jumlah leads
Jumlah transaksi
Produk yang paling banyak diminati
Misalnya, jika video tutorial mendapatkan banyak interaksi tetapi foto produk biasa mendapatkan sedikit respons, Anda dapat mencoba membuat lebih banyak konten dalam format tutorial.
Evaluasi membantu bisnis mengambil keputusan berdasarkan data, bukan hanya perkiraan.
Maksimalkan Pemasaran Produk dengan Influencer Marketing Bersama IAM.ID
Salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan ketika bisnis ingin memperluas jangkauan produk adalah influencer marketing. Influencer dapat membantu brand memperkenalkan produk kepada audiens yang relevan melalui konten yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan target pasar.
IAM.ID menyediakan Campaign Management System yang membantu brand membuat campaign, memilih influencer, menjalankan campaign, hingga memantau hasilnya. IAM.ID juga memiliki AI Influencer Matchmaking yang dapat membantu mencocokkan persona brand dengan influencer yang sesuai.
Dengan memanfaatkan influencer sebagai salah satu channel pemasaran, bisnis dapat menambahkan pendekatan baru untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan. Strategi ini dapat dikombinasikan dengan media sosial, WhatsApp Business, marketplace, maupun channel pemasaran lainnya agar perjalanan pelanggan lebih terarah.
Ingin memperkenalkan produk kepada audiens yang lebih relevan? Mulai rencanakan campaign influencer bersama IAM.ID.Hubungi kami di sini!



