Kapan Waktu yang Tepat untuk Campaign Ramadan? Ini Jawaban Tepatnya!
Saat ini banyak brand masih ragu kapan sebaiknya memulai kampanye agar tidak terlambat atau justru terlalu dini.
Menentukan waktu yang tepat untuk campaign Ramadan bukan hanya soal tanggal, tetapi juga memahami fase sebelum, saat, dan menjelang akhir Ramadan. Setiap fase memiliki karakter audiens dan tujuan pemasaran yang berbeda.
Dalam artikel ini, kita akan membahas kapan waktu yang tepat untuk campaign Ramadan agar strategi yang dijalankan lebih efektif, relevan, dan mampu memberikan hasil maksimal.
Kapan Waktu yang Tepat saat Campaign Ramadan?
Menentukan waktu yang tepat untuk campaign Ramadan sangat penting agar strategi pemasaran berjalan efektif dan tidak terlewat momentum. Setiap fase menjelang dan selama Ramadan memiliki tujuan serta perilaku audiens yang berbeda.
Dengan memahami pembagian waktu ini, brand dapat menyusun pesan dan jenis konten yang lebih tepat sasaran.

1. Fase Awareness (2–4 minggu sebelum Ramadan)
Pada periode ini, audiens mulai mencari inspirasi, membandingkan produk, dan menyusun rencana belanja Ramadan.
Brand sebaiknya fokus memperkenalkan produk dan membangun ingatan merek melalui konten edukatif dan soft selling. Tujuannya bukan langsung menjual, tetapi memastikan produk sudah dikenal saat konsumen siap membeli.
Baca Juga: 4 Tren Influencer Marketing di Bulan Ramadhan
2. Fase Engagement (Awal Ramadan)
Aktivitas media sosial meningkat karena audiens lebih banyak menghabiskan waktu online, terutama menjelang berbuka puasa.
Konten yang relevan dengan aktivitas Ramadan, seperti ide menu berbuka atau cerita pengalaman puasa, cenderung mendapatkan interaksi tinggi. Fase ini penting untuk memperkuat kedekatan emosional antara brand dan audiens.
3. Fase Consideration (Pertengahan Ramadan)
Di tahap ini, audiens mulai lebih serius mempertimbangkan pembelian. Mereka mencari review, rekomendasi, dan perbandingan produk sebelum mengambil keputusan.
Brand dapat memanfaatkan konten testimoni, endorse influencer, dan penjelasan keunggulan produk untuk meningkatkan kepercayaan.
4. Fase Convertion (10 hari terakhir Ramadan)
Periode ini merupakan puncak belanja karena konsumen ingin segera memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.
Campaign sebaiknya diarahkan pada penawaran yang jelas, seperti promo terbatas, bundling, atau diskon khusus. Call-to-action yang kuat sangat dibutuhkan agar audiens terdorong untuk segera membeli.
5. Fase Last Push (Menjelang Lebaran)
Di hari-hari terakhir sebelum Lebaran, banyak konsumen melakukan pembelian mendadak. Produk makanan, hampers, dan kebutuhan praktis sangat diminati pada fase ini.
Brand dapat memaksimalkan peluang dengan promosi singkat dan pesan yang menekankan kemudahan serta kecepatan pembelian.
Memahami waktu yang tepat untuk campaign Ramadan membantu brand menyusun strategi pemasaran yang lebih terarah dan efektif.
Dengan membagi campaign ke dalam beberapa fase dan menyesuaikan pendekatan di setiap tahap, brand dapat memaksimalkan peluang engagement, konversi, dan hasil bisnis selama bulan Ramadan.
Baca Juga: Yuk Bikin Konten Ramadhan Bareng AI Influencer IAM.id Sekarang Juga!
Ingin Campaign Ramadan Makin Efektif? Pilih Layanan IAM.ID Sekarang!
Keberhasilan campaign Ramadan sangat ditentukan oleh ketepatan waktu dan strategi yang diterapkan di setiap fase, mulai dari membangun awareness sebelum Ramadan hingga mendorong konversi menjelang Lebaran.
Dengan memahami pola perilaku audiens dan menyesuaikan pesan serta kanal promosi di setiap tahap, brand dapat menjalankan campaign yang lebih relevan, efektif, dan berdampak pada hasil bisnis.
Ingin menjalankan campaign Ramadan di waktu yang tepat dan lebih maksimal?
Bangun strategi influencer marketing Anda bersama IAM.ID.
Dengan dukungan data dan jaringan influencer yang relevan, IAM.ID siap membantu brand Anda mengeksekusi campaign Ramadan yang tepat waktu, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil. Hubungi kami di sini!



