Wajib Dihindari! Simak 10 Kesalahan Marketing Campaign Ramadhan, Berikut Ini!
Tanpa strategi yang tepat, campaign Ramadan bisa terasa tidak relevan, terlalu memaksa, atau tenggelam di tengah padatnya promosi dari brand lain.
Kesalahan dalam marketing campaign Ramadan tidak hanya berdampak pada performa penjualan, tetapi juga dapat memengaruhi citra brand di mata konsumen.
Oleh karena itu, penting bagi brand untuk memahami apa saja kesalahan yang sering terjadi agar dapat dihindari sejak awal.
Simak 10 kesalahan marketing campaign Ramadan yang wajib dihindari pada artikel ini, agar strategi yang dijalankan lebih tepat sasaran, relevan, dan berdampak positif.
10 Kesalahan Marketing Campaign saat Ramadhan
Berikut sepuluh kesalahan marketing campaign Ramadan yang sering terjadi dan perlu dihindari.

1. Terlalu Hard Selling Sejak Awal Ramadan
Langsung mendorong penjualan tanpa membangun kedekatan dengan audiens dapat membuat brand terasa memaksa. Di awal Ramadan, audiens lebih responsif terhadap konten yang relevan dan bernilai, bukan sekadar promosi.
2. Tidak Menyesuaikan Pesan dengan Nilai Ramadan
Mengabaikan nilai Ramadan seperti kebersamaan, empati, dan kepedulian membuat pesan brand terasa “tidak nyambung”. Campaign yang tidak sensitif terhadap konteks Ramadan berisiko menurunkan kepercayaan audiens.
3. Terlambat Memulai Campaign
Banyak brand baru aktif saat Ramadan sudah berjalan. Padahal, konsumen mulai merencanakan belanja sejak sebelum Ramadan. Terlambat memulai campaign bisa membuat brand kalah bersaing.
4. Konten Tidak Relevan dengan Kebutuhan Audiens
Menggunakan konten yang sama seperti bulan biasa tanpa penyesuaian Ramadan membuat campaign kurang menarik. Audiens mencari konten yang sesuai dengan aktivitas puasa, berbuka, dan persiapan Lebaran.
5. Salah Memilih Influencer atau Channel Promosi
Memilih influencer yang tidak sesuai dengan target audiens atau nilai brand dapat membuat campaign terasa tidak autentik. Hal ini justru menurunkan engagement dan efektivitas pesan.
Baca Juga: 7 Cara Endorse Selebgram yang Efektif & Contoh Emailnya
6. Mengabaikan Waktu Posting yang Tepat
Tidak memperhatikan jam aktif audiens, seperti menjelang berbuka atau malam hari, membuat konten berpotensi sepi interaksi. Timing adalah faktor penting dalam campaign Ramadan.
7. Fokus pada Promo Tanpa Strategi Komunikasi
Promo memang menarik, tetapi tanpa pesan yang jelas dan komunikasi yang tepat, promo tidak akan maksimal. Campaign yang hanya berisi diskon berisiko cepat dilupakan.
8. Tidak Mempersiapkan Kanal Penjualan dengan Baik
Traffic yang tinggi tanpa kesiapan website, e-commerce, atau customer service dapat membuat pengalaman konsumen buruk. Hal ini berpotensi menurunkan konversi dan kepercayaan.
9. Mengabaikan Evaluasi dan Monitoring Campaign
Tidak memantau performa campaign membuat brand kehilangan peluang untuk melakukan perbaikan di tengah jalan. Padahal, Ramadan berlangsung cukup panjang untuk melakukan penyesuaian strategi.
10. Berhenti Berkomunikasi setelah Lebaran
Banyak brand langsung menghentikan campaign setelah Lebaran, padahal momentum pasca-Ramadan masih bisa dimanfaatkan untuk menjaga hubungan dengan konsumen dan memperkuat loyalitas.
Dengan menghindari sepuluh kesalahan di atas, brand dapat menjalankan campaign Ramadan yang lebih efektif, membangun kepercayaan konsumen, dan menghasilkan dampak bisnis yang berkelanjutan.
Baca Juga: 4 Tren Influencer Marketing di Bulan Ramadhan
Ingin Membangun Campaign Ramadhan Sukses & Berdampak? Hubungi IAM.ID Aja!
Marketing campaign Ramadan akan berjalan optimal jika brand mampu menghindari kesalahan umum seperti komunikasi yang tidak relevan, timing yang kurang tepat, hingga pemilihan channel dan influencer yang tidak sesuai.
Dengan perencanaan yang matang dan pemahaman terhadap perilaku audiens selama Ramadan, brand dapat menghadirkan campaign yang lebih autentik, efektif, dan berdampak positif bagi citra maupun penjualan.
Ingin memastikan campaign Ramadan Anda berjalan tepat strategi dan bebas dari kesalahan? Optimalkan kampanye Anda melalui layanan influencer marketing dari IAM.ID.
Dengan pendekatan berbasis data dan jaringan influencer yang relevan, IAM.ID siap membantu brand Anda mengeksekusi campaign Ramadan yang tepat sasaran dan berorientasi pada hasil. Hubungi kami di sini!



