7 Cara Membuat Slogan yang Menarik untuk Brand agar Mudah Diingat, Yuk Simak!
Pernahkah Anda langsung mengenali sebuah brand hanya dari satu kalimat pendek? Hal tersebut menunjukkan bahwa slogan dapat menjadi bagian penting yang membantu brand melekat dalam ingatan konsumen. Kalimat yang tepat bahkan bisa membuat sebuah brand lebih mudah dikenali dan dibedakan dari kompetitor.
Namun, menemukan slogan yang benar-benar sesuai dengan brand tidak selalu mudah. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari karakter bisnis, target audiens, pesan yang ingin disampaikan, hingga cara membuat kalimat yang singkat tetapi tetap berkesan. Lalu, bagaimana cara membuat slogan yang menarik untuk brand agar mudah diingat? Simak 7 caranya berikut ini.
7 Cara Membuat Slogan yang Menarik untuk Brand
Membuat slogan bukan sekadar menyusun kata-kata yang terdengar bagus. Slogan perlu mencerminkan karakter brand, berbicara kepada target audiens, dan memiliki pesan yang relevan dengan produk atau layanan. Lalu, bagaimana cara membuat slogan yang menarik dan mudah diingat? Berikut 7 langkah yang bisa diterapkan.

1. Kenali Target Audiens
Sebelum membuat slogan, tentukan terlebih dahulu siapa yang ingin dituju oleh brand. Pahami usia, kebutuhan, kebiasaan, gaya komunikasi, serta masalah yang ingin mereka selesaikan melalui produk atau layanan.
Bahasa yang digunakan untuk menyasar anak muda tentu dapat berbeda dengan bahasa untuk profesional atau keluarga. Semakin memahami audiens, semakin mudah membuat slogan yang terasa dekat dengan mereka.
Contohnya, brand yang menyasar anak muda dapat menggunakan bahasa yang lebih santai dan sederhana, sementara brand profesional dapat memilih kata-kata yang lebih formal dan meyakinkan.
2. Tentukan Pesan Utama Brand
Slogan sebaiknya memiliki satu pesan utama yang ingin ditanamkan kepada audiens. Karena itu, tentukan terlebih dahulu apa yang paling ingin diingat konsumen tentang brand.
Coba jawab beberapa pertanyaan berikut:
Apa keunggulan utama brand?
Masalah apa yang dapat diselesaikan produk?
Apa yang membedakan brand dari kompetitor?
Kesan seperti apa yang ingin dibangun?
Nilai apa yang ingin disampaikan kepada konsumen?
Jawaban tersebut dapat menjadi dasar untuk menyusun slogan yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki makna.
3. Buat Slogan yang Singkat dan Sederhana
Slogan yang terlalu panjang akan lebih sulit diingat. Karena itu, gunakan kata-kata yang sederhana, ringkas, dan mudah diucapkan. Slogan yang baik biasanya mampu menyampaikan inti pesan tanpa membutuhkan penjelasan panjang.
Hindari penggunaan istilah yang hanya dipahami oleh kelompok tertentu jika target audiens brand cukup luas.
Misalnya, daripada membuat kalimat yang panjang untuk menjelaskan keunggulan produk, pilih beberapa kata yang langsung menggambarkan manfaat utamanya.
Prinsip sederhananya: jika slogan bisa dipersingkat tanpa kehilangan makna, pertimbangkan untuk membuatnya lebih ringkas.
4. Tonjolkan Keunggulan atau Manfaat Produk
Slogan dapat menjadi kesempatan bagi brand untuk menunjukkan alasan mengapa konsumen perlu memperhatikan produk tersebut. Karena itu, cobalah menghubungkan slogan dengan unique selling proposition (USP) atau manfaat utama produk.
Misalnya, jika sebuah brand menawarkan makanan yang praktis untuk orang dengan aktivitas padat, slogan dapat menonjolkan kemudahan dan kepraktisan tersebut.
Dengan begitu, konsumen tidak hanya mengingat nama brand, tetapi juga memiliki gambaran mengenai nilai yang ditawarkan.
Baca Juga: 7 Strategi Iklan Berbayar di Media Sosial yang Efektif untuk Bisnis
5. Gunakan Permainan Kata atau Rima
Slogan bisa dibuat lebih menarik dengan memanfaatkan permainan kata, pengulangan bunyi, rima, atau struktur kalimat yang enak diucapkan. Teknik tersebut dapat membuat slogan terdengar lebih catchy dan membantu meningkatkan daya ingat.
Contohnya, brand dapat menggunakan kata yang memiliki bunyi serupa atau membuat struktur kalimat yang memiliki ritme tertentu.
Namun, jangan memaksakan permainan kata hanya agar slogan terdengar unik. Pastikan tetap mudah dipahami dan sesuai dengan karakter brand.
6. Buat Slogan yang Memiliki Unsur Emosional
Slogan yang mampu membangkitkan emosi dapat meninggalkan kesan yang lebih kuat. Brand dapat menggunakan kata-kata yang menggambarkan kebahagiaan, kepercayaan diri, kenyamanan, semangat, kebersamaan, atau perasaan lain yang sesuai dengan positioning brand.
Misalnya, brand yang menjual produk untuk keluarga dapat menggunakan pesan yang menonjolkan kebersamaan. Sementara brand olahraga dapat mengangkat semangat, keberanian, atau motivasi.
Dengan pendekatan ini, slogan tidak hanya menjelaskan produk, tetapi juga menghubungkan brand dengan perasaan yang ingin dibangun pada audiens.
Baca Juga: 10 Ide Carousel Instagram yang Bisa Menarik Perhatian Audiens
7. Uji Slogan Sebelum Digunakan
Jangan langsung menggunakan slogan pertama yang terdengar bagus. Buat beberapa alternatif terlebih dahulu, kemudian uji untuk mengetahui mana yang paling mudah dipahami dan diingat.
Brand dapat meminta pendapat dari tim internal, pelanggan, atau target audiens. Beberapa hal yang dapat diuji antara lain:
Apakah mudah dibaca?
Apakah mudah diucapkan?
Apakah maknanya jelas?
Apakah sesuai dengan karakter brand?
Apakah mudah diingat setelah beberapa saat?
Apakah terdengar berbeda dari kompetitor?
Penting juga untuk memastikan slogan tidak terlalu mirip dengan slogan brand lain. Setelah mendapatkan kandidat terbaik, slogan dapat disempurnakan sebelum digunakan secara konsisten dalam berbagai materi pemasaran.
Ciri-Ciri Slogan yang Menarik
Setelah mengetahui cara membuatnya, ada beberapa karakter yang sebaiknya dimiliki sebuah slogan:
Singkat sehingga mudah diingat.
Mudah dipahami oleh target audiens.
Mudah diucapkan dan tidak terdengar kaku.
Relevan dengan produk dan karakter brand.
Memiliki makna yang jelas.
Berbeda dari kompetitor.
Konsisten digunakan dalam komunikasi brand.
Slogan yang baik tidak harus menggunakan kata-kata yang rumit. Justru, pesan yang sederhana tetapi kuat dapat lebih mudah melekat di benak konsumen.
Perkuat Branding Brand Bersama IAM.ID
Setelah memiliki slogan yang kuat, brand perlu memastikan pesan tersebut tersampaikan secara konsisten kepada target audiens. IAM.ID dapat membantu brand menjalankan campaign bersama influencer dan content creator yang sesuai dengan karakter serta target pasar. Kolaborasi yang tepat dapat membantu menerjemahkan pesan brand menjadi konten yang lebih natural dan dekat dengan audiens.
IAM.ID juga menyediakan platform untuk membantu brand menemukan influencer yang relevan dengan target audiens dan tujuan campaign, sehingga strategi branding dapat dijalankan dengan lebih terarah.
Yuk, perkuat identitas dan branding brand melalui campaign yang tepat bersama IAM.ID. Hubungi kami di sini!



