7 Cara Membuat Buyer Persona agar Strategi Marketing Lebih Tepat Sasaran
Dalam menjalankan strategi marketing, memahami siapa target konsumen menjadi salah satu hal yang penting. Tanpa pemahaman yang jelas, bisnis bisa saja membuat konten atau promosi yang menarik, tetapi tidak benar-benar sesuai dengan kebutuhan audiens.
Salah satu cara untuk mengenali target konsumen dengan lebih baik adalah dengan membuat buyer persona. Buyer persona membantu bisnis menggambarkan karakteristik konsumen ideal berdasarkan data, kebutuhan, kebiasaan, hingga masalah yang mereka hadapi.
Dengan buyer persona yang tepat, bisnis dapat menyusun pesan, konten, dan strategi marketing yang lebih relevan. Lalu, bagaimana cara membuat buyer persona yang efektif? Berikut 7 cara membuat buyer persona agar strategi marketing lebih tepat sasaran.
7 Cara Membuat Buyer Persona yang Tepat untuk Bisnis
Dengan buyer persona yang tepat, bisnis dapat membuat strategi marketing yang lebih terarah dan menyampaikan pesan kepada orang yang sesuai. Lalu, bagaimana cara membuat buyer persona yang tepat untuk bisnis? Berikut 7 cara yang bisa Anda terapkan.

1. Tentukan Target Konsumen
Langkah pertama adalah menentukan siapa target konsumen utama bisnis Anda. Mulailah dengan mengidentifikasi karakteristik dasar seperti usia, jenis kelamin, lokasi, pekerjaan, pendidikan, dan tingkat pendapatan.
Anda juga perlu mempertimbangkan karakteristik yang berkaitan dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Misalnya, bisnis pakaian olahraga tentu memiliki target konsumen yang berbeda dengan bisnis perlengkapan bayi.
Menentukan target konsumen sejak awal akan membantu Anda membuat buyer persona yang lebih fokus dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
2. Kumpulkan Data Konsumen
Buyer persona sebaiknya dibuat berdasarkan data, bukan hanya perkiraan. Karena itu, kumpulkan informasi dari berbagai sumber yang tersedia.
Anda dapat menggunakan data penjualan, survei pelanggan, wawancara, interaksi di media sosial, hingga data dari website. Perhatikan juga pertanyaan dan keluhan yang sering disampaikan oleh pelanggan.
Data tersebut dapat membantu Anda mendapatkan gambaran yang lebih nyata mengenai karakteristik dan perilaku konsumen.
Baca Juga: 10 Ide Carousel Instagram yang Bisa Menarik Perhatian Audiens
3. Kenali Kebutuhan dan Masalah Konsumen
Setelah mengetahui siapa target konsumen, cari tahu apa yang mereka butuhkan dan masalah apa yang sedang mereka hadapi.
Misalnya, konsumen sebuah platform manajemen keuangan mungkin mengalami kesulitan dalam mengatur pengeluaran. Sementara itu, konsumen produk skincare mungkin sedang mencari solusi untuk masalah kulit tertentu.
Dengan memahami kebutuhan dan masalah konsumen, Anda dapat mengetahui alasan mereka membutuhkan produk atau layanan yang ditawarkan.
4. Pahami Perilaku dan Kebiasaan Konsumen
Perilaku konsumen juga menjadi bagian penting dalam membuat buyer persona. Cari tahu bagaimana mereka mencari informasi, berinteraksi dengan brand, dan membuat keputusan pembelian.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
Media sosial yang sering digunakan
Jenis konten yang disukai
Cara mencari informasi produk
Kebiasaan berbelanja
Faktor yang memengaruhi keputusan pembelian
Brand yang sering mereka pertimbangkan
Informasi ini dapat membantu bisnis menentukan channel dan pendekatan marketing yang lebih sesuai dengan target konsumen.
5. Ketahui Motivasi Pembelian
Setiap konsumen memiliki alasan berbeda ketika memilih suatu produk. Ada yang mempertimbangkan harga, kualitas, kemudahan, rekomendasi, reputasi brand, atau manfaat produk.
Cobalah cari tahu faktor apa yang paling mendorong target konsumen untuk melakukan pembelian. Misalnya, konsumen produk fashion mungkin lebih memperhatikan desain dan tren, sedangkan konsumen produk elektronik bisa lebih fokus pada fitur dan kualitas.
Memahami motivasi pembelian dapat membantu bisnis menyusun pesan marketing yang lebih menarik dan relevan.
6. Buat Profil Buyer Persona
Setelah data terkumpul, susun informasi tersebut menjadi profil buyer persona yang mudah dipahami. Anda dapat memberikan nama fiktif agar profil terasa lebih nyata.
Contohnya:
Nama: Rina
Usia: 28 tahun
Pekerjaan: Marketing Executive
Domisili: Jakarta
Kebutuhan: Mencari produk yang praktis dan mudah digunakan
Kebiasaan: Aktif menggunakan Instagram dan TikTok
Pertimbangan pembelian: Harga, kualitas, review, dan rekomendasi
Profil tersebut dapat membantu tim marketing membayangkan siapa audiens yang ingin mereka jangkau ketika membuat konten atau menjalankan campaign.
7. Evaluasi Buyer Persona Secara Berkala
Buyer persona tidak harus bersifat permanen. Perubahan tren, kebiasaan konsumen, teknologi, dan kondisi pasar dapat membuat karakteristik target konsumen ikut berubah.
Karena itu, evaluasi buyer persona secara berkala dengan membandingkannya dengan data konsumen terbaru. Jika terdapat perubahan pada kebutuhan, perilaku, atau preferensi konsumen, lakukan penyesuaian.
Dengan buyer persona yang selalu diperbarui, strategi marketing dapat tetap relevan dan tidak bergantung pada asumsi lama.
Baca Juga: 7 Strategi Iklan Berbayar di Media Sosial yang Efektif untuk Bisnis
Jangkau Audiens yang Tepat Bersama IAM.ID
Buyer persona juga dapat menjadi pertimbangan ketika bisnis ingin menjalankan campaign bersama influencer. Dengan memahami karakteristik target konsumen, brand dapat mencari influencer yang memiliki audiens dengan profil yang lebih sesuai.
IAM.ID membantu brand menemukan influencer yang relevan dengan target audiens melalui sistem AI Influencer Matchmaking. Platform ini mencocokkan persona brand dengan influencer sehingga proses menemukan influencer yang tepat dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Jika Anda ingin mengembangkan strategi marketing dan menjangkau audiens yang sesuai melalui influencer, temukan peluang kolaborasi bersama IAM.ID. Hubungi kami di sini!



