10 Cara FYP di TikTok untuk Meningkatkan Views Akun Brand Anda!
TikTok menjadi salah satu platform yang menarik bagi brand untuk menjangkau audiens baru. Namun, dengan banyaknya video yang diunggah setiap hari, membuat konten saja belum cukup. Brand perlu memahami bagaimana membuat video yang mampu menarik perhatian, mendapatkan engagement, dan berpeluang masuk ke halaman For You Page (FYP).
Masuk FYP juga bukan sekadar soal mendapatkan views dalam jumlah besar. Jika konten berhasil menjangkau audiens yang tepat, TikTok dapat membantu meningkatkan brand awareness, engagement, hingga peluang mendapatkan pelanggan baru.
Lantas, bagaimana cara membuat konten TikTok agar lebih mudah masuk FYP dan mendapatkan lebih banyak views? Berikut 10 cara FYP di TikTok yang bisa diterapkan untuk meningkatkan jangkauan akun brand Anda.
10 Cara FYP di TikTok untuk Meningkatkan Views
Masuk For You Page (FYP) menjadi salah satu cara bagi brand untuk memperluas jangkauan konten di TikTok. Namun, tidak ada formula pasti yang bisa menjamin sebuah video masuk FYP. Sistem rekomendasi TikTok mempertimbangkan berbagai sinyal, termasuk interaksi pengguna, informasi video seperti caption, sound, dan hashtag, serta seberapa lama pengguna menonton sebuah video.
Karena itu, brand perlu membuat konten yang bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan dan mampu mempertahankan perhatian audiens. Berikut 10 cara FYP di TikTok yang dapat diterapkan untuk meningkatkan views akun brand Anda.

1. Buat Hook yang Menarik di Awal Video
Beberapa detik pertama sangat penting untuk membuat audiens berhenti scrolling. TikTok sendiri merekomendasikan penggunaan hook yang menarik perhatian sejak awal, misalnya melalui pertanyaan, kejutan, masalah yang relatable, atau pernyataan yang membuat penasaran.
Daripada langsung mengatakan “Ini produk terbaru kami”, coba mulai dengan pertanyaan seperti, “Kenapa produk ini banyak dipakai?” atau menunjukkan masalah yang sering dialami target audiens.
Tujuannya sederhana: buat orang penasaran sehingga mereka mau melanjutkan video.
2. Buat Konten yang Relevan dengan Target Audiens
TikTok menggunakan berbagai sinyal untuk memahami ketertarikan pengguna, termasuk interaksi mereka dan informasi yang terdapat dalam video. Karena itu, brand perlu memahami siapa target audiensnya sebelum membuat konten.
Misalnya, brand fashion untuk Gen Z dapat membuat konten tentang inspirasi outfit, tren fashion, atau tips styling. Sementara brand makanan dapat membuat konten seputar rekomendasi menu, resep, atau pengalaman mencoba makanan.
Semakin relevan topiknya dengan audiens, semakin besar peluang konten mendapatkan respons yang positif.
3. Manfaatkan Tren TikTok secara Relevan
Mengikuti tren dapat membantu konten terasa lebih sesuai dengan karakter TikTok. Anda bisa memanfaatkan tren berupa sound, format video, meme, atau challenge yang sedang populer.
Namun, jangan mengikuti semua tren secara asal. Pilih tren yang memang cocok dengan brand dan kemudian sesuaikan dengan produk atau pesan yang ingin disampaikan.
TikTok juga merekomendasikan brand untuk mengikuti tren, meme, dan challenge agar konten terasa lebih relevan bagi pengguna.
4. Gunakan Caption, Sound, dan Hashtag yang Relevan
Informasi video seperti caption, sound, dan hashtag merupakan bagian dari sinyal yang digunakan dalam sistem rekomendasi TikTok.
Karena itu, jangan memasukkan hashtag secara sembarangan hanya karena sedang populer. Pilih hashtag yang benar-benar menggambarkan topik video dan target audiens.
Misalnya, jika brand membuat konten tentang skincare, gunakan kata dan hashtag yang memang berkaitan dengan skincare, tips perawatan kulit, atau masalah yang dibahas dalam video.
5. Fokus pada Retensi dan Durasi Tonton
Views memang penting, tetapi brand juga perlu memperhatikan berapa lama audiens menonton video. TikTok menyebut bahwa indikator minat yang kuat, seperti ketika pengguna menyelesaikan video yang lebih panjang, dapat memiliki bobot lebih besar dalam rekomendasi dibandingkan sinyal yang lebih lemah.
Karena itu, jangan membuat video panjang hanya agar terlihat lengkap. Buat durasi sesuai kebutuhan informasi dan pastikan setiap bagian memiliki alasan untuk ditonton.
Gunakan storytelling, perubahan visual, atau informasi yang bertahap agar audiens memiliki alasan untuk bertahan sampai akhir.
Baca Juga: 7 Cara Mengevaluasi Performa Akun Social Media Brand Secara Menyeluruh
6. Buat Konten yang Mengundang Interaksi
Likes, komentar, share, dan berbagai bentuk interaksi dapat memberikan sinyal mengenai ketertarikan pengguna terhadap konten.
Brand dapat mendorong interaksi dengan memberikan pertanyaan di akhir video, meminta audiens memilih salah satu opsi, atau mengajak mereka membagikan pengalaman.
Contohnya, brand makanan bisa bertanya, “Kalau kamu, pilih rasa A atau B?” Pertanyaan sederhana seperti ini dapat membuka ruang percakapan di kolom komentar.
7. Buat Konten yang Terasa Natural
Konten TikTok tidak harus selalu terlihat seperti iklan profesional. Justru, gaya konten yang lebih natural dan terasa seperti konten pengguna dapat membuat brand lebih mudah menyatu dengan pengalaman pengguna TikTok.
Brand dapat mencoba format seperti behind the scenes, tutorial, product demonstration, review, storytelling, atau video dari karyawan dan pelanggan.
TikTok juga menyarankan pendekatan kreatif yang lebih sederhana dan bergaya UGC dibandingkan penggunaan efek yang berlebihan.
8. Konsisten Mengunggah Konten dan Evaluasi Hasilnya
Membuat satu video lalu berharap langsung FYP bukan strategi yang ideal. Brand perlu mencoba berbagai topik dan format untuk mengetahui jenis konten yang paling sesuai dengan audiensnya.
Perhatikan metrik seperti views, watch time, engagement, shares, dan komentar. Dari data tersebut, Anda dapat melihat pola konten mana yang paling menarik perhatian.
Jika satu format mendapatkan respons lebih baik, kembangkan format tersebut dengan topik atau angle yang berbeda.
9. Optimalkan Konten untuk Search di TikTok
TikTok juga semakin banyak digunakan sebagai tempat untuk menemukan informasi. Karena itu, brand dapat memasukkan kata kunci yang relevan ke dalam topik, caption, dan elemen teks atau audio yang sesuai dengan isi video.
Misalnya, jika ingin membuat konten tentang skincare, jangan hanya membuat judul “Tips Baru!”. Gunakan topik yang lebih spesifik seperti “Cara Memilih Skincare untuk Kulit Berminyak” agar audiens lebih mudah memahami isi video.
Pendekatan ini juga membantu memperjelas konteks konten bagi sistem TikTok yang menggunakan informasi video dalam proses rekomendasinya.
10. Buat Konten yang Memberikan Value
Pada akhirnya, konten yang bagus bukan hanya konten yang mendapatkan views, tetapi juga konten yang membuat audiens merasa mendapatkan sesuatu.
Value tersebut bisa berupa informasi, hiburan, inspirasi, solusi, atau pengalaman baru. Brand dapat membuat tutorial, tips, edukasi, perbandingan produk, storytelling, hingga konten yang menghibur.
Jangan terlalu fokus mengejar viral. Buat konten yang memang ingin ditonton oleh target audiens. Jika audiens merasa konten tersebut bermanfaat atau menarik, peluang mereka untuk menonton, membagikan, dan berinteraksi juga semakin besar.
Baca Juga: 100 Contoh Call to Action (CTA) Menarik, Pasti Tingkatkan Klik Produk Anda!
Tingkatkan Jangkauan TikTok Brand dengan Strategi yang Tepat
Masuk FYP di TikTok bukan sekadar soal menggunakan hashtag viral atau mengunggah video pada jam tertentu. Sistem rekomendasi TikTok melihat berbagai sinyal, terutama interaksi pengguna dan informasi dalam video, sehingga kualitas serta relevansi konten tetap menjadi bagian penting dari strategi.
Selain mengoptimalkan konten secara organik, brand juga dapat memperluas jangkauan melalui kolaborasi dengan creator yang memiliki audiens relevan. IAM.ID membantu brand menemukan influencer dan creator yang sesuai dengan kebutuhan campaign, sehingga strategi TikTok dapat menjangkau target audiens dengan lebih terarah.
Kunjungi IAM.ID untuk menemukan influencer yang tepat untuk campaign Anda. Siap membuat campaign TikTok yang lebih efektif? Temukan creator yang tepat bersama IAM.ID dan perluas jangkauan brand Anda. Hubungi kami di sini!



