7 Jenis Content Pillar untuk Membuat Strategi Konten Lebih Terarah
Setiap brand memiliki kebutuhan komunikasi yang berbeda di media sosial. Ada yang ingin membangun awareness, memberikan edukasi, meningkatkan interaksi, atau mendorong audiens untuk membeli produk. Karena itu, konten yang dibuat sebaiknya tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memiliki tujuan yang jelas dan sesuai dengan strategi brand.
Salah satu cara untuk mengatur hal tersebut adalah dengan menggunakan content pillar. Content pillar berfungsi sebagai tema utama yang menjadi panduan dalam menentukan topik konten secara konsisten. Dengan adanya beberapa pillar yang tepat, brand dapat lebih mudah menyusun ide, menjaga variasi konten, dan memastikan setiap postingan memiliki tujuan.
Lalu, apa saja jenis content pillar yang dapat digunakan untuk membuat strategi konten lebih terarah? Berikut 7 jenis content pillar yang bisa menjadi referensi bagi brand dalam mengembangkan konten media sosial.
7 Jenis Content Pillar untuk Membuat Strategi Konten
Tidak ada satu jenis content pillar yang wajib digunakan oleh semua brand. Pemilihannya dapat disesuaikan dengan karakter bisnis, target audiens, platform yang digunakan, serta tujuan marketing. Lalu, apa saja jenis content pillar yang bisa digunakan? Berikut 7 jenis content pillar yang dapat menjadi referensi.

1. Educational Content
Educational content adalah jenis content pillar yang bertujuan memberikan informasi atau pengetahuan yang bermanfaat kepada audiens. Konten ini tidak selalu berfokus pada produk, tetapi lebih mengutamakan pemberian value kepada followers.
Konten edukasi dapat membantu brand membangun kepercayaan karena audiens mendapatkan informasi yang dapat mereka gunakan atau pelajari. Bentuknya bisa berupa tips, tutorial, fakta, panduan, maupun penjelasan mengenai suatu masalah.
Contoh:
Tips memilih skincare sesuai jenis kulit
Tutorial menggunakan suatu produk
Tips mengatur keuangan
Kesalahan yang sering dilakukan saat membuat konten
Infografik mengenai suatu topik
Format yang bisa digunakan:
Carousel
Reels
Infografik
Blog post
Video tutorial
2. Entertaining Content
Tidak semua konten harus memberikan informasi secara serius. Entertaining content digunakan untuk menghibur audiens sekaligus membuat brand terasa lebih dekat dan relatable.
Jenis konten ini dapat memanfaatkan humor, meme, tren, storytelling ringan, atau konten yang menggambarkan situasi yang sering dialami target audiens. Konten hiburan juga berpotensi mendapatkan interaksi dan dibagikan ketika audiens merasa kontennya relevan dengan mereka.
Contoh:
Meme tentang kehidupan sehari-hari
Video lucu yang berkaitan dengan produk
Konten mengikuti tren TikTok
Reaksi terhadap situasi tertentu
Tebak-tebakan atau kuis ringan
Format yang bisa digunakan:
Reels
TikTok
Meme
Stories
Video pendek
3. Inspirational Content
Inspirational content bertujuan memberikan motivasi, membangun hubungan emosional, atau mendorong audiens untuk melakukan sesuatu. Konten ini dapat membantu brand menyampaikan nilai dan karakter yang ingin ditampilkan.
Tidak harus selalu berupa kutipan motivasi. Cerita pelanggan, perjalanan sebuah brand, pencapaian, atau kisah perubahan juga dapat menjadi konten inspiratif.
Contoh:
Kisah sukses pelanggan
Cerita perjalanan membangun bisnis
Customer transformation
Cerita perjuangan tim
Pesan motivasi yang relevan dengan audiens
Format yang bisa digunakan:
Carousel storytelling
Reels
Foto dengan caption storytelling
Video interview
Stories
Baca Juga: 10 Penyebab TikTok Tidak Masuk FYP yang Perlu Kamu Ketahui
4. Promotional Content
Sesuai namanya, promotional content digunakan untuk memperkenalkan dan menawarkan produk atau layanan kepada audiens. Tujuan akhirnya dapat berupa meningkatkan product awareness, mendapatkan leads, hingga mendorong penjualan.
Namun, brand sebaiknya tidak membuat setiap postingan terasa seperti iklan. Konten promosi dapat dibuat lebih menarik dengan menjelaskan manfaat produk, menunjukkan cara penggunaannya, atau menghubungkannya dengan masalah yang dihadapi audiens.
Contoh:
Peluncuran produk baru
Promo diskon
Product demonstration
Informasi fitur produk
Penawaran khusus
Giveaway
Format yang bisa digunakan:
Reels
Carousel
Product photo
Stories
Live shopping
5. Community & Engagement Content
Community & engagement content berfokus pada interaksi antara brand dan audiens. Alih-alih hanya menyampaikan informasi, brand mengajak followers untuk memberikan pendapat, menjawab pertanyaan, atau ikut berpartisipasi dalam percakapan.
Jenis content pillar ini dapat membantu brand membangun komunitas dan membuat audiens merasa lebih dilibatkan dalam komunikasi.
Contoh:
Polling
Q&A
Pertanyaan di caption
Kuis
Meminta followers memilih produk favorit
Membagikan komentar atau jawaban followers
Format yang bisa digunakan:
Instagram Stories
Reels
Carousel
Live
Post interaktif
6. Behind-the-Scenes Content
Behind-the-scenes content memperlihatkan sisi di balik layar yang biasanya tidak dilihat langsung oleh pelanggan. Konten ini dapat membuat brand terasa lebih human karena audiens bisa melihat proses, tim, maupun aktivitas di balik sebuah produk atau layanan.
Misalnya, brand makanan dapat memperlihatkan proses pembuatan produk, sedangkan perusahaan jasa dapat menunjukkan aktivitas tim ketika mempersiapkan sebuah project.
Contoh:
Proses produksi produk
Aktivitas karyawan
Persiapan sebelum launching
Proses photoshoot
Suasana kantor
Persiapan campaign
Format yang bisa digunakan:
Reels
TikTok
Instagram Stories
Foto
Video pendek
Baca Juga: Apa Itu Cost Per Click (CPC)? Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya
7. Community-Generated atau User-Generated Content
User-Generated Content (UGC) merupakan konten yang dibuat oleh pelanggan atau pengguna dan berkaitan dengan suatu brand atau produk. Konten ini dapat berupa review, pengalaman menggunakan produk, foto, video, maupun testimonial.
UGC dapat menjadi bagian penting dari content pillar karena audiens dapat melihat pengalaman nyata dari pengguna lain. Selain itu, brand tidak harus selalu membuat seluruh konten dari awal karena dapat memanfaatkan konten yang dibuat oleh komunitas atau pelanggan dengan izin yang sesuai.
Contoh:
Video review pelanggan
Unboxing produk
Testimonial
Foto pelanggan menggunakan produk
Repost konten dari customer
Video pengalaman menggunakan layanan
Format yang bisa digunakan:
Reels
TikTok
Stories
Carousel
Testimonial video
Kembangkan Content Pillar Bersama IAM.ID
Setelah menentukan content pillar, brand dapat memperkuat strategi kontennya melalui kolaborasi dengan influencer atau content creator yang sesuai dengan target audiens.
IAM.ID menyediakan Campaign Management System yang membantu brand membuat campaign, memilih influencer, menjalankan, hingga memantau campaign dalam satu platform. IAM.ID juga memiliki AI Influencer Matchmaking untuk membantu menemukan influencer yang sesuai dengan kebutuhan campaign.
Dengan influencer yang tepat, content pillar seperti promotional, UGC, storytelling, maupun educational content dapat dikembangkan menjadi konten yang lebih relevan dan menarik bagi audiens. Temukan influencer yang sesuai dan kembangkan strategi content marketing brand bersama IAM.ID.Hubungi kami di sini!



