10 Cara Menggunakan WhatsApp Business untuk Meningkatkan Penjualan
Tidak semua pelanggan langsung melakukan pembelian setelah melihat sebuah produk. Sebagian mungkin masih ingin bertanya mengenai harga, ketersediaan, pilihan produk, atau cara pemesanannya. Di sinilah WhatsApp Business dapat dimanfaatkan untuk membuat proses komunikasi dengan calon pelanggan menjadi lebih mudah dan terarah.
WhatsApp Business menyediakan berbagai fitur yang dapat membantu bisnis menampilkan informasi usaha dan produk kepada pelanggan, termasuk profil bisnis dan katalog yang berisi foto, harga, deskripsi, serta tautan produk.
Dengan memanfaatkan fitur tersebut secara tepat, WhatsApp tidak hanya menjadi tempat untuk membalas pesan, tetapi juga dapat mendukung proses promosi hingga pelanggan melakukan pembelian. Lantas, bagaimana cara menggunakan WhatsApp Business untuk meningkatkan penjualan? Berikut 10 cara yang bisa kamu terapkan untuk bisnis. Simak penjelasannya!
Cara Menggunakan WhatsApp Business untuk Meningkatkan Penjualan
Lantas, bagaimana cara menggunakan WhatsApp Business untuk meningkatkan penjualan? Berikut 10 cara yang dapat diterapkan oleh bisnis.

1. Lengkapi Profil Bisnis
Langkah pertama adalah membuat profil WhatsApp Business terlihat profesional dan informatif. Profil bisnis dapat menampilkan informasi seperti nama bisnis, deskripsi, alamat, jam operasional, kategori, email, dan website.
Informasi tersebut membantu pelanggan mengetahui siapa yang mereka hubungi dan apa yang ditawarkan oleh bisnis.
Pastikan informasi yang dicantumkan selalu diperbarui. Gunakan nama bisnis yang mudah dikenali dan tulis deskripsi singkat yang menjelaskan produk atau layanan yang ditawarkan.
Misalnya:
"Toko pakaian wanita dengan koleksi casual dan daily wear. Melayani pengiriman ke seluruh Indonesia."
Dengan profil yang jelas, pelanggan tidak perlu menebak-nebak mengenai bisnis yang mereka hubungi.
2. Buat Katalog Produk
Salah satu fitur yang dapat dimanfaatkan untuk jualan adalah katalog WhatsApp Business. Katalog memungkinkan bisnis menampilkan produk atau layanan langsung di profil sehingga pelanggan dapat melihat penawaran tanpa harus meminta foto produk satu per satu melalui chat.
Saat menambahkan produk, bisnis dapat memasukkan informasi seperti:
Nama produk
Foto atau video
Harga
Deskripsi
Tautan website
Kode produk atau layanan
Buat katalog dengan foto yang jelas dan deskripsi yang mudah dipahami. Jika memiliki banyak produk, kelompokkan berdasarkan jenis atau kategorinya agar pelanggan lebih mudah menemukan produk yang mereka cari.
3. Gunakan Foto Produk yang Menarik
Foto menjadi salah satu hal pertama yang dilihat calon pelanggan ketika membuka katalog. Karena itu, jangan hanya memasukkan foto produk seadanya.
Gunakan foto dengan pencahayaan yang baik, latar belakang yang tidak terlalu ramai, dan sudut pengambilan yang dapat menunjukkan produk dengan jelas.
Jika menjual makanan, misalnya, tampilkan foto yang memperlihatkan bentuk dan ukuran makanan. Untuk bisnis fashion, gunakan foto yang menunjukkan detail bahan atau produk ketika digunakan.
Visual yang jelas dapat membantu pelanggan memahami produk sebelum mereka melanjutkan percakapan dengan bisnis.
4. Tulis Deskripsi Produk dengan Jelas
Jangan hanya menuliskan nama dan harga produk. Manfaatkan bagian deskripsi untuk memberikan informasi yang dibutuhkan pelanggan.
Misalnya, daripada menulis:
"Tas wanita - Rp250.000"
Anda dapat menulis:
"Tas wanita model shoulder bag dengan bahan kulit sintetis, tersedia dalam warna hitam, cream, dan cokelat. Cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari."
Deskripsi seperti ini membantu pelanggan memahami karakteristik produk dan mengurangi pertanyaan yang sebenarnya bisa dijawab sejak awal.
WhatsApp juga memungkinkan informasi seperti deskripsi, harga, dan tautan website ditambahkan ke item katalog.
Baca Juga: 7 Strategi Email Marketing yang Efektif untuk Meningkatkan Penjualan
5. Bagikan Katalog kepada Calon Pelanggan
Setelah katalog dibuat, jangan hanya membiarkannya tersimpan di profil. Bagikan produk atau katalog kepada calon pelanggan yang relevan.
WhatsApp Business memungkinkan bisnis membagikan item katalog melalui chat maupun Status. Tautan produk juga dapat dibagikan melalui aplikasi lain.
Misalnya, ketika pelanggan bertanya:
"Kak, ada rekomendasi tas untuk kerja?"
Anda dapat langsung mengirimkan beberapa produk dari katalog yang sesuai.
Cara ini lebih praktis dibandingkan mengirimkan banyak foto produk secara manual.
6. Manfaatkan WhatsApp Status untuk Promosi
WhatsApp Status dapat digunakan untuk memperkenalkan produk dan menjaga bisnis tetap muncul di hadapan pelanggan.
Tidak semua Status harus berupa promosi langsung. Anda dapat membuat berbagai jenis konten, seperti:
Produk baru
Promo terbatas
Testimoni pelanggan
Proses produksi
Behind the scenes
Tips yang berkaitan dengan produk
Informasi stok
Pengumuman produk kembali tersedia
Misalnya, bisnis skincare dapat membuat Status berupa tips memilih produk sesuai jenis kulit, kemudian mengarahkan pelanggan ke produk yang relevan.
Dengan begitu, Status tidak hanya berfungsi sebagai tempat promosi, tetapi juga sebagai media untuk memberikan informasi kepada pelanggan.
7. Respons Pesan dengan Cepat dan Jelas
Ketika calon pelanggan sudah menghubungi WhatsApp, jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama.
Respons yang cepat dapat membuat proses komunikasi menjadi lebih nyaman. Sebaliknya, pelanggan yang terlalu lama menunggu bisa saja mencari alternatif lain.
Siapkan format jawaban untuk pertanyaan yang sering muncul, misalnya mengenai:
Harga
Ukuran
Stok
Pilihan warna
Cara pemesanan
Metode pembayaran
Pengiriman
Estimasi waktu pengiriman
WhatsApp Business memang dirancang dengan berbagai fitur untuk membantu bisnis mengelola komunikasi, termasuk alat untuk merespons pelanggan dengan lebih cepat.
Baca Juga: Apa Itu Cost Per Click (CPC)? Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya
8. Gunakan Label untuk Mengatur Pelanggan
Ketika jumlah pelanggan semakin banyak, mengelola percakapan secara manual dapat menjadi lebih sulit. Salah satu cara mengatasinya adalah mengelompokkan percakapan berdasarkan tahap atau kebutuhan pelanggan.
Misalnya:
Pelanggan baru
Tanya produk
Menunggu pembayaran
Pesanan diproses
Pesanan selesai
Pelanggan lama
Dengan pengelompokan tersebut, bisnis dapat lebih mudah mengetahui status setiap percakapan dan menentukan pelanggan mana yang perlu ditindaklanjuti.
Hal ini juga membantu agar tidak ada calon pelanggan yang terlewat hanya karena percakapan sudah terlalu banyak.
9. Buat Penawaran yang Relevan
WhatsApp dapat digunakan untuk menyampaikan penawaran kepada pelanggan, tetapi promosi sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan.
Buat penawaran yang memiliki alasan jelas bagi pelanggan untuk mempertimbangkannya, misalnya:
"Gratis ongkir untuk pembelian minimal Rp200.000 sampai Minggu."
Pastikan bisnis juga mematuhi ketentuan WhatsApp mengenai persetujuan komunikasi dan permintaan pelanggan untuk berhenti menerima pesan pemasaran.
10. Arahkan Pelanggan hingga Melakukan Pembelian
Jangan berhenti pada tahap memberikan informasi. Arahkan pelanggan ke langkah berikutnya dengan call to action (CTA) yang jelas.
Contohnya:
"Kalau cocok, kakak bisa pilih warna yang diinginkan. Mau saya bantu cek stoknya?"
Semakin jelas prosesnya, semakin mudah pelanggan melanjutkan ke tahap pembelian.
Maksimalkan Promosi Produk Bersama IAM.ID
Selain memanfaatkan WhatsApp Business sebagai channel komunikasi dan penjualan, brand juga dapat memperluas jangkauan promosi melalui influencer marketing. Influencer dapat membantu memperkenalkan produk kepada audiens yang relevan, kemudian brand dapat mengarahkan calon pelanggan ke WhatsApp untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan pemesanan.
IAM.ID menyediakan Campaign Management System untuk membantu brand membuat campaign, memilih influencer, menjalankan campaign, serta memantau hasilnya dalam satu platform. IAM.ID juga memiliki AI Influencer Matchmaking untuk membantu menemukan influencer berdasarkan persona brand dan target audiens.
Ingin memperluas jangkauan promosi produk dengan influencer yang sesuai? Konsultasikan campaign brand Anda bersama IAM.ID.Hubungi kami di sini!



